Ikhtiar di Balik Program Orang Tua Asuh 2025

27/11/2025
Administrator

Pendekatan personal dan transparansi Lazismu Gresik sukses pertemukan 139 anak yatim dengan orang tua asuh, menjawab tantangan biaya pendidikan.

Tagar.co — Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik menyelenggarakan Gathering Anak Asuh 2025. Agenda ini berbarengan di tempat yang sama dengan agenda besar Majelis Dikdasmen dan PNF dan Majelis Lingkungan Hidup PDM Gresik.

Di tengah rutinitas perencanaan program dan pelaporan donasi, ada satu pertanyaan yang terus menjadi renungan bagi tim penghimpunan dana Lazismu Gresik: Bagaimana memastikan setiap anak yatim yang terdaftar mendapat kesempatan pendidikan tanpa harus terbentur keterbatasan biaya?

Pertanyaan itu pula yang menjadi titik awal strategi besar untuk menyukseskan Program Orang Tua Asuh (Orta) 2025. Program Orta bukan hanya tentang pendidikan—ini tentang menjaga masa depan.

Sebagai Manajer Penghimpunan Dana, Nur Sakinah Eskariani, mengambil langkah awal yang bukan sekadar menggalang dana, tetapi memetakan kebutuhan penerima manfaat. Mulai dari biaya sekolah, perlengkapan sekolah (school kit), hingga kebutuhan penunjang pendidikan lainnya. Dari sana, mereka menyusun strategi komunikasi yang terarah dan informatif.

Melalui proposal, takarir media sosial, dan pendekatan kepada instansi maupun donatur personal, tim membangun pesan utama yang sederhana tetapi kuat. Mereka melakukan pendekatan personal kepada calon orang tua asuh, mendampinginya dengan transparansi laporan berkala.

“Setelah melakukan pendekatan personal, kami menguatkan kepercayaan mereka melalui transparansi laporan, dan menyediakan layanan yang cepat serta amanah,” jelas Sakinah.

Kehangatan yang Tak Terbeli

Hasil kerja panjang ini berbuah manis. Pada Sabtu, 22 November 2025, Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik menjadi saksi pertemuan emosional antara 139 anak yatim dan yatim piatu dengan orang tua asuh mereka.

Sebagian anak tampak malu-malu. Adapun sebagian lainnya tidak mampu menyembunyikan mata berbinar. Di titik inilah, program ini bukan lagi sekadar pengumpulan donasi, tetapi menjadi proses memanusiakan hubungan antara pemberi dan penerima manfaat—sebuah kehangatan yang tak bisa dibeli.

Meskipun progres menggembirakan, perjuangan tim Lazismu Gresik belum selesai. Masih ada sekitar 196 anak lainnya yang menunggu sentuhan kepedulian untuk memastikan pendidikan mereka tetap berjalan.

“Namun, kami menyadari masih ada pekerjaan rumah besar, yakni mencarikan biaya pendidikan bagi 196 anak yatim lainnya,” imbuh Sakinah.

Optimalisasi Kampanye Digital Berkelanjutan

Untuk menjawab tantangan ini, tim penghimpunan dana kini memperluas strategi. Mereka mengoptimalkan kampanye digital berkelanjutan, mengadakan edukasi publik, menjalin kemitraan dengan perusahaan, dan membuka donasi kolektif sehingga banyak pihak dapat terlibat.

“Dengan kerja kolaboratif, komunikasi yang konsisten, dan niat tulus, bismillah… kami optimistis seluruh anak dapat memperoleh dukungan pendidikan selama satu tahun penuh,” tambahnya dengan penuh keyakinan.

Program Orta bukan hanya tentang pendidikan, melainkan tentang menjaga masa depan anak-anak di Gresik. (#)

Jurnalis Lu’luatul Usroh Penyunting Sayyidah Nuriyah 


Alamat
Jl. Jawa no. 76 GKB Gresik 61151 031-3594-7013
Statistik Web
Hari Ini : 116 Minggu Ini : 1382 Bulan Ini : 4634
Copyright © 2025. All Rights Reserved.