Menghafal dengan Hati: Perjalanan Siti Fairuz, Hafidzah 11 Juz dari Gresik
pwmu.co - Sebanyak 139 anak asuh dari jenjang TK hingga SMA hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan Gathering Anak Asuh 2025 dengan penuh antusias dan makna, Sabtu (22/11/2025).
Di antara ratusan wajah yang hadir, satu sosok tampak mencuri perhatian: Siti Fairuz Hanan Andita, atau yang akrab dipanggil Nana. Siswi SMA Muhammadiyah 1 Gresik ini berhasil mencetak prestasi istimewa—menghafal 11 juz Al-Qur’an dan 42 Hadis Arba’in Nawawi.
Dalam sesi wawancara, Nana yang tinggal di Perumahan GreenHill Gresik menceritakan bahwa ia pernah mengikuti pendidikan tahfiz di Pesantren Ar-Rohmah Putri Malang.
Program tersebut memiliki target minimal hafalan 10 juz dan 42 hadis dalam tiga tahun. Tidak berhenti di situ, setelah lulus ia menambah hafalannya menjadi 11 juz saat duduk di bangku SMA.
“Alhamdulillah, aku bisa menghafal 11 juz, dengan 6 juz yang sudah tersertifikasi, dan 42 Hadits Arba’in Nawawi,” ujarnya dengan rendah hati.
Awalnya, motivasi Nana hanyalah satu: membanggakan orang tua. Namun perjalanan hafalannya mengubah cara pandangnya. Ia menyadari bahwa Al-Qur’an bukan sekadar hafalan, tapi pelita kehidupan.
“Menghafal Al-Qur’an itu meningkatkan daya ingat. Jadinya belajar apa pun terasa lebih mudah. Tapi kuncinya muraja’ah. Mempertahankan hafalan 11 juz itu sulit kalau tidak komitmen,” ucapnya tegas.
Menurut Nana, prosesnya tidak selalu ringan. Terkadang ia menemui ayat-ayat yang mirip hingga membuat hafalannya tertukar. Namun ia memiliki prinsip sederhana.
“Kalau sulit, dibaca lagi. Diulang lagi. Setiap selesai salat dibaca lagi. Tidak ada yang instan. Yang penting istikamah dan niatnya benar.”
Di balik pencapaian hafiznya, Nana juga remaja dengan hobi yang wajar. Ia suka memasak dan belajar baking saat akhir pekan. Ia bahkan punya kebiasaan lucu sebelum belajar, “Aku harus makan,” katanya sambil tertawa.
Bagi Nana, keseimbangan itu penting. Di sekolah adalah waktu untuk fokus. Di rumah adalah ruang untuk istirahat. Namun, ketika memiliki target besar seperti persiapan TKA (Tes Kemampuan Akademik), Nana akan belajar dengan giat demi mimpinya untuk hidup nyaman dan dapat mengangkat derajat orang tua serta keluarga.
Di akhir pembicaraan, Nana menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada penyelenggara Program Orang Tua Asuh.
“Terima kasih karena sudah memberi aku kesempatan untuk mengikuti kegiatan Gathering Orang Tua Asuh. Dan semoga kegiatan ini terus berjalan karena sangat membantu sekali untuk anak seperti aku yang punya mimpi tapi terbatas di dana,” tutupnya.
Pandangan Guru: “Ia Amanah. Beasiswa Ini Tepat untuknya.”
Salah satu guru sekolah, Wiwit Rahmya Rosintan, memberikan kesan mendalam terhadap sosok Nana.
“Nana adalah anak yang sopan, santun, sederhana, dan berprestasi. Ia rajin beribadah, ramah, dan selalu membawa energi positif. Beasiswa ini sangat pantas ia terima.”
Guru tersebut juga menyampaikan apresiasi terhadap program Lazismu Gresik.
“Bantuan ini sangat tepat sasaran, khususnya bagi siswa yang kurang beruntung secara ekonomi namun memiliki semangat belajar yang tinggi.”
Sekolah berharap program seperti ini dapat terus berlanjut, bahkan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di Kabupaten Gresik.