Target PDM Gresik: Satu Cabang, Satu AUM

19/02/2026
Administrator

Target PDM Gresik disampaikan Bendahara Kiswanto. Dia meminta supaya Lazismu membantu mewujudkan dengan mendukung PCM yang kesulitan dana dakwah.

 

Tagar.co -Di balik angka-angka laporan keuangan dan tabel rencana anggaran, ada satu kegelisahan besar yang sedang dijawab Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik. Bagaimana dakwah dan pembangunan persyarikatan bisa tumbuh bersama, tanpa terjebak pada sekat kemandirian cabang yang berjalan sendiri-sendiri.

 

Gagasan itulah yang mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Lazismu Gresik yang digelar di TK ABA 36 PPI Manyar, Jumat (30/1/2026).

 

Forum ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang refleksi untuk menyelaraskan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) persyarikatan dengan rencana program Lazismu Gresik, agar gerak dakwah Muhammadiyah benar-benar merata hingga tingkat cabang dan ranting.

 

Bendahara PDM Gresik, Kiswanto,  mengawali arahannya dengan apresiasi. Kontribusi Lazismu kepada PDM yang telah menembus angka di atas 90 persen dinilai sebagai capaian luar biasa. Namun, di balik capaian itu masih tersimpan tantangan besar—khususnya soal sinkronisasi di tingkat cabang.

 

Salah satu potensi besar yang belum tergarap optimal adalah nilai ekonomi kurban. Selama ini, kurban di masjid-masjid Cabang belum sepenuhnya tercatat sebagai bagian dari ekosistem Lazismu.

 

“Kalau kita sepakat mencatatkan nilai kurban ke Lazismu untuk kemudian dikelola kembali, nilainya bisa miliaran rupiah. Tahun lalu masih kecil, semoga tahun ini kesadaran kolektif itu tumbuh,” ujarnya.

 

Rakerda juga menjadi ruang membicarakan ketimpangan. Cabang-cabang besar seperti GKB, Manyar, dan Kebomas relatif telah mapan secara finansial. Sebaliknya, cabang lain seperti Panceng, Bawean, hingga Kedamean masih berjuang membangun infrastruktur dakwah.

 

Dari sinilah muncul gagasan infak Jumat bergilir—sebuah skema sederhana namun ada nilai solidaritas. Infak Jumat dari seluruh masjid pada waktu tertentu dihimpun di Lazismu Daerah, lalu disalurkan secara bergantian untuk mendukung proyek pembangunan Cabang yang membutuhkan.

 

“Dengan cara ini, egosentrisme bisa terpecah. Kita tidak berjalan sendiri-sendiri, tapi tumbuh bersama,” tegasnya.

 

Target Besar 2026

 

PDM Gresik menatap 2026 dengan target jelas: satu cabang, satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). AUM diposisikan sebagai penopang utama kemandirian Cabang, bukan semata mengandalkan bantuan.

 

Agar perencanaan lebih matang, setiap PCM dan Kantor Layanan Lazismu diminta menyusun program sejak awal tahun dan menyampaikan kebutuhan anggarannya secara terbuka.

 

“Kalau butuh 150 juta, sampaikan di awal. Biar Lazismu bisa menyusun strategi penghimpunan dari jauh hari,” ungkapnya.

 

Tahun ini, PDM telah menetapkan beban program senilai 600 juta rupiah kepada Lazismu, seluruhnya dengan pos anggaran yang terencana.

 

Keseriusan sinergi ini juga tercermin dari perhatian kepada para amil. PDM Gresik menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan amil Lazismu—mereka yang berada di garis depan pelayanan umat.

 

Penyerahan 10 sepeda motor sebagai bukti dukungan PDM kepada  Kantor Layanan Lazismu. Bahkan, PDM menargetkan peningkatan fasilitas menjadi mobil operasional di masa depan, seiring tercapainya target-target kinerja.

 

Gerak Bersama

 

Ke depan, PDM Gresik berencana menggelar rapat sinkronisasi RAPB cabang dengan menghadirkan seluruh pengurus PCM dan Kantor Layanan Lazismu se-Kabupaten Gresik.

 

Sebuah ikhtiar kolektif untuk memastikan bahwa dana umat tidak hanya terkumpul, tetapi berputar adil, menguatkan yang lemah, dan meneguhkan nilai kebersamaan.

 

“Jika kita percaya pada nilai kemanusiaan dan bergerak bersama, Allah akan memudahkan jalan kita,” pungkasnya. (#)

 

Jurnalis Hilda F.

Penyunting Sugeng Purwanto


Alamat
Jl. Jawa no. 76 GKB Gresik 61151 031-3594-7013
Statistik Web
Hari Ini : 21 Minggu Ini : 1004 Bulan Ini : 3885
Copyright © 2026. All Rights Reserved.