Bidik Rp25 Miliar, Lazismu Gresik Dorong Inovasi Sosial dan Luncurkan Mobil Zakat Keliling
Tagar.co — Aula TK Aisyiyah 36 PPI Manyar, Kabupaten Gresik, penuh puluhan penggerak kemanusiaan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Kantor Layanan Lazismu se-Kabupaten Gresik. Sejak pagi, mereka mengikuti Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus Upgrading Amil, Sabtu (31/1/2026). Agenda ini momentum strategis untuk menyatukan visi dan memperkuat sinergi usai Rakerwil Jawa Timur (19-20/12/2025) di Hotel Horison Gresik.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Gresik, Abd. Rojak, S.Pd.I., membuka acara dengan penuh semangat. Ia menegaskan, Rakerda ini merupakan langkah konkret untuk menjalankan amanah organisasi.
“Hari ini kami melaksanakan Rakerda Lazismu Kabupaten Gresik sekaligus upgrading amil sebagai bagian dari hasil Rakerwil Jawa Timur,” tutur Rojak, sapaan akrabnya.
Dengan mengusung tema “Penguatan Inovasi Sosial yang Terintegrasi”, ia menekankan, kunci utama kinerja Lazismu tahun 2026 adalah integrasi kuat. Minimal di internal persyarikatan.
Keberhasilan masa lalu menjadi bahan bakar bagi mereka. Sepanjang tahun 2025, Lazismu Gresik mencatatkan prestasi gemilang. Dari target penghimpunan dana sebesar Rp13,4 miliar yang Lazismu Jawa Timur tetapkan, para amil di Gresik justru melesat hingga angka Rp18,7 miliar.
“Alhamdulillah, capaian ini menjadi bukti semangat dan kerja keras seluruh elemen Lazismu,” ungkap Rojak dengan nada syukur.
Melampaui Batas Target Penghimpunan
Namun, ia mengingatkan, angka tersebut bukanlah garis akhir. Melainkan batu loncatan untuk tantangan yang lebih besar di depan mata. Memasuki 2026, tantangan bagi lembaga zakat ini semakin meningkat.
Lazismu wilayah memberikan target penghimpunan sebesar Rp24,5 miliar bagi Kabupaten Gresik. Menariknya, para punggawa Lazismu di daerah ini justru mematok standar yang lebih tinggi secara mandiri.
“Bahkan semangat teman-teman justru berada di angka Rp25 miliar. Mudah-mudahan kami bisa mencapainya, bahkan melampaui angka tersebut,” tambah Rojak.
Optimisme ini muncul bukan tanpa alasan. Keinginan kuat untuk memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat luas mendorong timnya.
Di samping itu, bagi Rojak, setiap rupiah yang terhimpun memiliki korelasi langsung dengan upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Gresik. Ia menegaskan, tanpa dukungan solid dari pimpinan cabang, gerak Lazismu akan terhambat.
“Ketika sinergi tidak terbangun, gerak persyarikatan pun menjadi tidak selancar yang kita harapkan,” tegasnya. Sinergi inilah yang akan menjadi motor penggerak untuk mewujudkan program-program inovasi sosial yang berkelanjutan dan tepat sasaran di berbagai pelosok daerah.
Salah satu inovasi besar yang sedang mereka siapkan adalah proyek infrastruktur di Pulau Bawean. Bekerja sama dengan Lazismu Jawa Timur dan platform Kitabisa, mereka membangun pembangkit listrik tenaga surya serta sumur bor.
Proyek vital ini rencananya akan mereka resmikan pada 11 Februari 2026 mendatang. Kehadiran fasilitas ini harapannya mampu menjadi solusi konkret bagi kebutuhan dasar masyarakat kepulauan yang selama ini mungkin luput dari perhatian maksimal.
Mozaki: Inovasi Layanan Jemput Bola
Puncak acara Rakerda hari itu tertandai dengan peluncuran sebuah unit layanan unik bernama Mozaki atau Mobil Zakat Keliling. Menariknya, kendaraan operasional ini merupakan hasil kreativitas tim dalam memanfaatkan ulang armada lama yang sudah tidak layak untuk perjalanan jauh. Alih-alih membiarkannya mangkrak, mereka mengubah fungsi mobil tersebut agar tetap bernilai guna dan memiliki nilai manfaat tinggi bagi operasional harian lembaga.
Dengan ucapan basmallah, Rojak meresmikan langsung operasional Mozaki. Mobil ini nantinya akan mengemban tiga fungsi utama: sebagai layanan zakat on the spot untuk memudahkan muzaki, layanan distribusi zakat bagi mustahik, serta pendukung kegiatan operasional Lazismu lainnya. Kehadiran Mozaki menjadi simbol, keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk terus berinovasi dalam melayani umat dengan cara-cara yang lebih modern dan mendekat ke masyarakat.
Rakerda Lazismu Kabupaten Gresik tahun 2026 akhirnya berakhir dengan tekad bulat para amil untuk terus menghadirkan manfaat nyata. Melalui inovasi sosial yang terintegrasi, mereka ingin memastikan, kehadiran Muhammadiyah benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Perjalanan menuju target Rp25 miliar memang berat, namun dengan semangat kebersamaan, para amil ini yakin mereka mampu mengubah tantangan menjadi keberkahan bagi warga Gresik. (#)
Jurnalis Lu’luatul Usroh
Penyunting Sayyidah Nuriyah
Artikel Terbaru
Membangun Kedekatan Donatur Berbasis Digital
Kompetensi Amil, Pilar Strategis Performa dan Kepercayaan Pu...
Jalan Santai Mengisi Hari Akhir Peserta KAMIL Lazismu Gresik
Kekuatan Kisah Nabi Muhammad, Penopang saat Hidup Terasa Ber...
Rehat Sejenak di Ruang Spiritual, Bekal Amil Jelang Ramadan
Bidik Rp25 Miliar, Lazismu Gresik Dorong Inovasi Sosial dan...
Merawat Marwah Lembaga Zakat lewat Tata Kelola Dana Umat
Apresiasi Kinerja, Lazismu Gresik Anugerahkan Kantor Layanan...
Merawat Urat Nadi Perserikatan, Lazismu Gresik Satukan Penge...
Rakerda sebagai Ruang Kejujuran: Lazismu Gresik Teguhkan Ama...