Hadirkan Harapan lewat Kepedulian: Kisah Ernawati, Muzaki Program Orang Tua Asuh Lazismu
pwmu.co - Suasana gathering Anak Asuh Lazismu Gresik berlangsung hangat dan penuh keceriaan (22/11/2025). Anak asuh, donatur, dan para tamu undangan terlihat antusias mengikuti rangkaian acara tersebut.
Di tengah suasana tersebut, tampak sosok Ernawati—seorang muzaki—yang mengikuti acara dengan penuh perhatian dan senyum tulus.
Erna, nama panggilan akrabnya, adalah istri dari pemilik pabrik UD Lancar Jaya KAZ Dora, sebuah pabrik plastik yang memproduksi berbagai peralatan rumah tangga, berlokasi di Kepatihan, Menganti, Gresik.
Meskipun berasal dari keluarga pengusaha, kerendahan hatinya sangat terasa dalam setiap kata yang ia sampaikan. Dengan suara tenang, ia bercerita bahwa alasan terbesarnya ikut berpartisipasi dalam program ini adalah dorongan agama dan adanya rasa kebahagiaan tersendiri ketika bisa membantu sesama.
“Bagi saya, ini bukan sekadar memberi, tapi bagian dari ibadah dan bentuk syukur,” ungkapnya.
Baginya, pendidikan adalah salah satu kebutuhan terpenting bagi setiap anak, terutama anak yatim yang sering kali kehilangan kesempatan.
“Dengan membantu pendidikan mereka, kita bukan hanya memberi materi, tetapi juga harapan dan ruang untuk bermimpi.”
Meski baru pertama kali ia berkontribusi dalam Program Orang Tua Asuh, ia merasa nyaman dan percaya dengan Lazismu. Baginya, kejelasan program dan alur informasi membuatnya yakin bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran.
“Saya merasa nyaman dan percaya kontribusi saya benar-benar bermanfaat,” ujarnya.
Selama mengikuti program ini, ada perasaan berbeda yang ia rasakan—sebuah ketenangan hati. Baginya, mengetahui bahwa ada satu anak yang bisa tetap bersekolah karena bantuannya adalah kebahagiaan yang sulit dijelaskan.
“Terkadang cukup melihat anak-anak ini tersenyum dan berprestasi, rasanya sudah sangat berharga,” ucapnya dengan senyum kecil.
Di akhir percakapan, Ernawati menyampaikan ajakan kepada masyarakat luas untuk ikut berkontribusi.
“Sekecil apa pun bantuan kita sangat berarti bagi mereka. Tidak harus besar—yang penting niatnya tulus.”
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Lazismu Gresik sebagai penyelenggara program.
“Pelayanan ramah, jelas, dan laporan pertanggungjawabannya transparan. Saya merasa amanah ini dijalankan dengan profesional, sehingga membuat saya yakin untuk terus berpartisipasi.”
Kisah Ernawati menjadi salah satu bukti bahwa kepedulian hadir dari ketulusan. Melalui para muzaki seperti beliau, Program Orang Tua Asuh bukan hanya menjadi kegiatan sosial, tetapi menjadi jembatan harapan bagi masa depan anak-anak yang membutuhkan dukungan.
*) Penulis : Lu'luatul Usroh
*) Editor : Zahra Putri Pratiwig
Artikel Terbaru
Menganti Menyulam Harapan: Ketika Banyak Tangan Menguatkan P...
Jejak Kemanfaatan Pilar Pendidikan Lazismu Gresik: Hadirkan...
Menghafal dengan Hati: Perjalanan Siti Fairuz, Hafidzah 11 J...
Hadirkan Harapan lewat Kepedulian: Kisah Ernawati, Muzaki Pr...
Majelis PAUD Dasmen Aisyiyah Gresik Tanamkan Empati ke Anak...
Rp 16 Miliar Jadi Saksi Lazismu Gresik Kuatkan Harapan 6.806...
Ikhtiar di Balik Program Orang Tua Asuh 2025
LAZISMU Gresik Raih Penghargaan Fundraising Ramadhan Terbaik...
Berkah Bakti Guru Terangi Langkah Pendidik Muhammadiyah
BANTUAN PAKET RAMADHAN LAZISMU MENUJU PALESTINA