Lazismu Gandeng PT Aldzama dan Komunitas Menara Cahaya Berbagi 120 Mushaf

03/03/2026
Administrator

Penyerahan mushaf Al-Qur’an kepada para santri Pondok Al Adzkiya’ Muhammadiyah Wotan Panceng Gresik. (Tagar.co/Mustamiir Rosyidah)

 

Lazismu, PT Aldzama, dan Komunitas Menara Cahaya berkolaborasi mendistribusikan ratusan mushaf Al-Qur’an ke tiga pesantren Muhammadiyah di Gresik guna memperkuat semangat para santri penghafal Kalamullah.

 

Ahad pagi, 1 Maret 2026, matahari belum terlalu tinggi saat suasana di tiga pondok pesantren Muhammadiyah wilayah Sidayu dan Panceng, Gresik, mendadak riuh oleh rasa syukur. Para santri tidak mampu menyembunyikan binar bahagia saat jemari mereka menyentuh sampul mushaf Al-Qur’an yang masih gres. Hari itu, Lazismu menggandeng CSR PT Aldzama dan Komunitas Menara Cahaya untuk mengalirkan dukungan nyata bagi program Tahfiz Al-Qur’an.

 

Sebanyak 120 mushaf Al-Qur’an berpindah tangan ke para penjaga wahyu. Secara rinci, Pesantren Putri Siti Walidah Aisyiyah Sidayu menerima 15 mushaf, Pondok Pesantren Al Hikmah Muhammadiyah Sidayu mendapat 30 mushaf, dan Pondok Al Adzkiya’ Muhammadiyah Wotan Panceng menerima porsi terbesar sebanyak 75 mushaf. Bantuan ini bukan sekadar tumpukan kertas, melainkan suntikan energi baru bagi mereka yang sedang berjuang menjaga ayat-ayat Tuhan dalam ingatan.

 

Staf PT Aldzama, Moh. Afandi, terjun langsung menyalurkan bantuan tersebut bersama Founder Komunitas Menara Cahaya, Fauziah Harlest Sari. Fauziah, yang selama ini konsisten mengampanyekan gerakan Islamic Mental Health, memberikan pesan mendalam kepada para santri. Ia menekankan, kedekatan dengan Al-Qur’an adalah bentuk penjagaan diri yang paling hakiki, baik di dunia maupun setelah kehidupan berakhir.

 

“Al-Qur’an adalah teman kita di alam barzah. Ia menjadi cahaya penerang sepanjang masa,” tutur Fauziah dengan nada bicara yang menyentuh sanubari para santri.

 

Menembus Batas demi Syiar Islam

 

Fauziah mengajak para santri berhenti sejenak dan merenungkan hakikat eksistensi manusia. Ia mengingatkan, umur dunia hanyalah sekejap mata jika kita bandingkan dengan masa penantian panjang di alam barzah menuju hari kiamat. Di saat itulah, menurutnya, syafaat dari interaksi dengan Al-Qur’an akan bekerja sebagai pelindung yang nyata bagi setiap muslim.

 

“Di dalam kubur mungkin gelap, tetapi kebersamaan dengan Al-Qur’an dan amal kebaikan akan menjadikannya gemerlap,” pesannya.

 

Ia menegaskan, waktu yang para santri habiskan untuk membaca dan menghafal tidak akan pernah menjadi kerugian. Melainkan jadi investasi cahaya yang tak ternilai harganya.

 

Komunitas Menara Cahaya sendiri memiliki rekam jejak yang panjang dalam urusan syiar ini. Mereka telah mendistribusikan lebih dari 500 Al-Qur’an ke berbagai penjuru Nusantara, bahkan menembus hingga luar negeri dan wilayah-wilayah terdampak bencana seperti Aceh. Ambisi mereka tidak berhenti di sini; hingga akhir Ramadan mendatang, mereka menargetkan distribusi 1.500 mushaf untuk mendukung aktivitas harian para santri di berbagai pelosok.

 

Kebahagiaan terpancar jelas dari wajah Airin Anggi Anansta, salah satu santriwati Pondok Al Adzkiya’ Muhammadiyah Wotan. Baginya, mushaf baru ini adalah jawaban atas kendala yang ia hadapi selama ini dalam menghafal ayat demi ayat.

 

“Senang sekali, Al-Qur’an yang saya punya sebelumnya sudah tidak layak. Sekarang mendapatkan Al-Qur’an baru, semoga makin semangat menghafalnya,” ujar Airin penuh antusias.

 

Menebar Manfaat untuk Umat

 

Fauziah mengungkap, program kolaboratif ini bertujuan menjadi pemantik bagi para santri agar terus istikamah menjadi ahlul Qur’an. Fokusnya tidak hanya berhenti pada menghafal, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam perilaku sehari-hari.

 

“Sebab, kemuliaan sejati seorang manusia tidak hanya terukur dari setinggi apa gelar pendidikan yang ia raih, melainkan seberapa besar manfaat yang ia berikan kepada umat manusia,” imbuhnya.

 

Sinergi antara Lazismu, PT Aldzama, dan Komunitas Menara Cahaya menjadi bukti sahih, kolaborasi kebaikan mampu menghadirkan secercah cahaya. Cahaya tersebut kini tidak hanya menerangi ruang-ruang kelas di pesantren, tetapi juga meresap ke dalam hati para penghafal Al-Qur’an yang kelak akan menjadi obor bagi masyarakat di masa depan.

 

Melalui langkah kecil ini, Fauziah berharap para santri tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, tangguh secara mental, dan memiliki spiritualitas yang kokoh. Perjalanan menghafal Al-Qur’an mungkin berat, namun dengan fasilitas yang memadai dan dukungan komunitas yang peduli, langkah para calon hafiz dan hafizah ini terasa jauh lebih ringan. (#)

 

Jurnalis Lu’luatul Usroh 

Penyunting Sayyidah Nuriyah 


Alamat
Jl. Jawa no. 76 GKB Gresik 61151 031-3594-7013
Statistik Web
Hari Ini : 37 Minggu Ini : 1306 Bulan Ini : 4011
Copyright © 2026. All Rights Reserved.