Tiga Target Diusulkan dalam Rakerda Lazismu Gresik

20/02/2026
Administrator

Tagar.co – Tiga target Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Lazismu Gresik disampaikan oleh Wakil Sekretaris Lazismu Jatim, Zaenal Abidin, Sabtu (31/1/2026).

 

Dalam pengarahannya, Zaenal Abidin menegaskan arah gerak Lazismu ke depan tidak hanya soal capaian angka, tetapi juga dampak dan keberlanjutan.

 

Dia menekankan tiga target utama yang harus dicapai segenap pimpinan dan amil Lazismu Gresik dalam Rakerda ini.

 

Pertama, penguatan fundraising. Menurut dia, fundraising tidak semata dimaknai upaya mengumpulkan dana, melainkan proses membangun sinergi yang kuat dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM).

 

”Melalui konsolidasi di tingkat Cabang, Lazismu dapat memetakan potensi dan kemampuan dana masyarakat yang terhimpun di lingkungan Muhammadiyah,” katanya.

 

Ia mencontohkan konsep urunan dalam pembangunan sekolah maupun masjid yang nilainya bisa mencapai miliaran rupiah.

 

Dana tersebut berstatus infak, zakat, dan sedekah, sehingga pengelolaannya harus mampu membangun kepercayaan publik.

 

”Saat ini, Lazismu menjadi lembaga yang diaudit secara akuntabel di lingkungan Muhammadiyah. Karena itu, peran PCM dinilai sangat penting sebagai titik konsolidasi agar perhitungan dana terstruktur dan target dapat tercapai secara bersama,” katanya.

 

Kedua, pemberdayaan masyarakat. Dana-dana filantropi harus dikelola dengan pengawasan Cabang dan Daerah agar benar-benar mendorong kemandirian, bukan menciptakan kemiskinan baru. Bukan sekadar habis dibagikan, dan bukan pula ajang pamer kebajikan.

 

”Pemberdayaan harus berangkat dari realitas di sekitar, seperti membantu pedagang kecil dengan memperbaiki atau mengganti gerobaknya, hingga memperhatikan anak-anak yatim dan telantar,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, kelompok Desil 1 (sangat miskin) hingga Desil 2 (miskin) dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) merupakan prioritas utama penerima bantuan sosial pemerintah.

 

Kelompok ini berada pada 20% lapisan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah yang berhak mendapatkan dukungan pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

 

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi peluang besar bagi Lazismu untuk hadir lebih serius melalui program pelatihan, pendampingan, hingga pemberdayaan orang tua yang disertai pembinaan keagamaan melalui kajian.

 

Target ketiga, menghasilkan keputusan yang konkret dan tidak kompromistis.

 

Zaenal Abidin menegaskan, tanpa peran aktif PCM, capaian dan portofolio Lazismu Gresik secara umum tidak akan maksimal.

 

”Prinsip taawun atau saling menolong harus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar jargon. Cabang-cabang yang besar diharapkan mampu membantu cabang yang lebih kecil agar tumbuh bersama,” tuturnya.

 

Menutup arahannya, Zaenal Abidin berharap Lazismu Gresik tidak hanya bergerak di lingkup internal Muhammadiyah, tetapi berani melakukan ekspansi ke masyarakat yang lebih luas.

 

Menurutnya, nama besar Muhammadiyah harus benar-benar hadir memberi manfaat untuk negeri, bukan hanya untuk warga Muhammadiyah semata. (#)

 

Jurnalis Lu'luatul Usro 
Penyunting Sugeng Purwanto


Alamat
Jl. Jawa no. 76 GKB Gresik 61151 031-3594-7013
Statistik Web
Hari Ini : 39 Minggu Ini : 826 Bulan Ini : 3801
Copyright © 2026. All Rights Reserved.